IF I DIE



Dari kejadian Kemaren malam,  saya terdorong untuk mempersiapkan sebuah pesan atau wasiat kepada suami dan anak-anak jika suatu hari ajal menjemput.

Meski  tak semua orang berharap meninggal cepat tapi umur tak ada yang bisa menebak. Membuat sebuah catatan atau membicarakan wasiat kepada anggota keluarga, jika kejadian tak terduga itu akhirnya harus datang.

Bukan masalah harta saja yang harus dibuatkan wasiatnya. Namun semua hal, seperti hubungan sosial, hubungan muamalah, janji-janji, utang piutang dan permohonan maaf. Ini wajib kita tuliskan atau sampaikan kepada anggota keluarga.


Apa sih yang terjadi kemaren?
Kemaren saya tetiba pingsan padahal sebelumnya sangat antusias menyiapkan makan malam. Baru saja selesai baca doa makan bersama suami dan ketiga anak saya, dan mau suapan pertama. Mata terasa berat, perasaaan tidak enak mulai di alami lagi. Kemudian tubuh ini tidak bisa menguasai diri. Langsung jatuh ke lantai.

Suami dan anak-anak panik. Apalagi suami dan anak pertama tidak pernah menemui kejadian ini sebelumnya. Padahal kejadian ini sudah ke 3 kalinya di tahun ini.

Dengan berbagai cara mereka mencoba membangunkan saya. Dari memijat kedua kaki dan tangan, berusaha membuka mata, meniup kuping dan mengoleskan minyak kayu putih ke hidung.


Setelah beberapa menit kemudian saya tersadar dengan aroma kayu putih yang sangat menyengat di hidung. Suami cerita bagaimana anak ketiga saya selalu mengucapkan kalimat  “ami mati!”, berulang-ulang dan membuat si sulung sempat kesal.


Hikmah hari dari beberapa kejadian pingsan tiba-tiba tersebut adalah saya harus memberitahu atau membuat catatan IF I DIE  ini. Agar bisa dipergunakan sebaik-baiknya oleh keluarga saya:


Untuk suami
Jika saya meninggal maka:

Jangan memaksakan untuk memulangkan jenazah saya ke tanah kelahiran atau dekat dengan keluarga untuk dikuburkan. Jika keuangan tidak memungkinkan.

Jangan membuat perayaan bid’ah yang tidak diridhio Allah dan Rasulullah seperti membuat tahlilan 3,7,25,100 hari kematian  saya.

Tidak pula mengadakan acara haulan setiap tahunnya. Cukup doa yang tulus dari semua keluarga dan anak-anak.

Kuburkan saya seperti kuburnya para sahabat. Yaitu tidak meninggikan atau dibuat keramik dan menabur bunga diatasnya.

Hadirlah dan sholatkan saya untuk terakhir kalinya.

Jangan bairkan siapapun memoto wajah atau jenazah saya terus di uplod sosmed.

Tolong buat postingan dan tag nama saya di FB Yulia Yuliana, Dafschool, Yuliana dan Yulia Tsamara bahwa saya sudah meninggal sehingga facebook akan otomatis menghapus semua memori di akun saya tersebut.

Tolong jangan biarkan ada siapapun berfoto di pusara saya dan memajangnya di sosmed manapun.


Untuk anak sulung:

Carilah buku saku yang menyimpan seluruh akun sosmed dan jejaring saya beserta paswodnya. Dan jaga kerahasiaannya.

Simpan seluruh akun pribadi saya dengan baik. Jika memang ada manfaat untuk orang banyak silakan diteruskan.

Cari paswod hape saya di buku saku kecil dan lihat kepada siapa saja saya berchat terakhir, kelas belajar yang masih diikuti dan dengan siapa saya bermualamalah untuk terakhir kalinya.

Lunasi jika masih ada hutang uang dan janji yang belum terbayar dengan teman sosmed/ wa.

Sampaikan permohonan maaf kepada teman-teman di beberapa grup whatapps dan grup facebook jika ada kekhilafan selama berteman dan berkomunitas.

Jadilah abang yang selalu siap melindungi adik-adik dan menyayangi mereka meski jika jarak memisahkan kalian.

Taatilah Apih dan jadilah sahabatnya.

Terus jagalah pandanganmu, kemaluanmu, dan aqidah serta akhlakmu sebagai muslim yang taat.

Jadilah pemimpin dan suami jika hari bahagia itu datang padamu.

Takutlah hanya kepada Allah.

Jadilah salafy yang istiqomah..


Untuk anak kedua:

Jadilah muslimah yang selalu menjaga aurat kemana dan dimanapun berada

Jauhi ikhtilat dan kontak fisik dengan non mahrom.

Sayangi dan rawatlah Apih, Abang dan Adikmu dengan ketulusan.

Raihlah passionmu dengan kesungguhan

Jadilah anak, adik dan istri serta ibu yang sholihah, jika masa itu kelak datang.

Didiklah dirimu menjadi muslimah yang dirindui syurganya Allah



Untuk anak ketiga:

Sayangi Apih, Abang dan kakamu dengan penuh kasih sayang.

Jaga dan lindungi mereka semua dengan segenap jiwa dan ragamu.

Taatilah Apih, Abang dan kakamu dengan akhlak yang sholih.

Jadilah lelaki tangguh untuk keluarga..

Jadilah muslim yang hanya takut pada Allah dan tidak menduakannya


“Ami sayang kalian semua. Jika umur ami masih panjang. Ami ingin melihat kalian saling menyayangi sampai tua dan rukun selalu”.

Catatan ini semoga berguna dan dilaksanakan sebaik-baiknya.


I love You All

Yuliana





Komentar