Puisi - Kakekku Pengganti Ayahku


Lelaki renta itu selalu ada disana, mengawasi gerak gerikku
Mengawasi siapa tamu yang datang menemuiku
Menanyakan kembali jika tamuku sudah pergi.



Dulu, aku mengira dia bak diktator penuh taring yang siap menghujamkan sepucuk kayu ke pantat seperti saat kecilku.



Aku punya ayah, namun ayahku tak ada
Aku punya ayah tapi dia tak bisa kuajak cerita



Sedang hariku selalu ditemani kakekku
Dialah penjagaku
Dialah penyemangatku
Dialah sejatinya ayahku



Aku pernah salah mengira aturannya yang kolot membuatku bak dipernjara
Ternyata itu semua untuk kebaikanku semata
Dia malarangku bergaul karena dia tahu resiko diluar sana



Usianya memang tak lagi muda namun pemikirannya mau terbuka
Dia mau mengikuti zaman yang bukan zamannya lagi
Dia bergerak mengikuti arus yang tak bisa dibendungnya
Namun tetap agama pegangan utama



Dia tempat aku cerita
Tempat aku bertukar senang dan lara
Sementara yang lain melemahkan kepercayaan diriku saja



Tubuhnya yang berbalut kulit saja
Dengan asap rokok yang membuatnya semakin ringkih tak berdaya
Namun aura diseganinya tetap ada



Dia bukan dari  golongan berada
Hidupnya turun naik seperti roda
Namun dia selalu punya solusi untuk semuanya



Disaat terakhir hidupnya
Satu janji yang belum bisa kupenuhi
Sebuah  peci hitam sebagai hadiah untuk nya



Dan untuk janji itu pula
Aku bersimpuh di samping tubuhnya yang kaku
Bermohon maaf karena selalu menunda



Tapi semua sudah berlalu
Penundaan itu berbuah sesal
Sesal yang kuingat selalu



Namun satu yang pasti
Aku selalu mencintai kakekku
Sebagai lelaki yang selalu ada buatku
Selalu bisa aku andalkan
Selalu bisa diajak kompromi
Selalu hadir disaat aku butuh wali di sekolah
Selalu siap membubuhkan tanda tangan jika butuh persetujuan



Dia yang selalu bisa mengumpulkan kami semua
Yang mampu menjadi magnet agar kami tetap rukun bersama
Yang mampu tertawa sesambi ngemil di beranda
Yang selalu bijak menghargai keputusanku
Dan selalu punya cara agar kami mendengarkannya

I love u my Kai,


Yuliana



*Tulisan ini diikutsertakan ODOP bersama Estrilook Community
#Day29




Komentar