Tantangan menjadi orangtua semakin hari semakin berat. Di zaman sekarang, orangtua dihadapkan dengan berbagai isu yang sering menakutkan untuk dihadapi. Keminiman ilmu menjadi orangtua sudah dirasakan sejak dulu. Menjadi orangtua hanya mewarisi apa yang orangtua zaman dulu lakukan. Dan sekarang hal tersebut tidak relevan lagi diterapkan.
Anak-anak sekarang memiliki era yang sangat pesat. Teknologi menemani mereka setiap waktu. Informasi bisa didapatkan dengan sangat mudah. Yang tentu saja tidak semua informasi tersebut benar dan bisa dipertanggungjawabkan.
Anak-anak yang memiliki orangtua yang abai akan lebih berat menghadapi masa depannya. Tak sedikit kenakalan remaja dimulai sejak mereka kecil. Orangtua terlalu sibuk dengan dunia mereka sendiri. Tak ingin belajar bagaimana menjadi orangtua yang sukses dalam mendidik anak. Terlalu mempercayakan anak-anaknya ke lembaga-lembaga pendidikan. Dan hanya memperhatikan kesuksesan akademik bukan potensi dikuatkan.
Orangtua adalah pemimpin. Memimpin dalam mengajari anak-anaknya sendiri mengenai perbedaan antara baik dan buruk. Sebagai orangtua jangan terlalu mengandalkan sekolah, pemerintah, lingkungan untuk mengenalkan nilai-nilai kehidupan.
Orangtua harus memiliki tujuan utama untuk masa depan keluarga. Selalu mengajak seluruh anggota keluarga untuk berbicara dalam forum santai secara rutin agar tiap anggota keluarga mengetahui bagaimana dan mengapa suatu keputusan harus dijalankan dan dicapai.
Orangtua adalah orang yang pertama kali yang akan diteladani oleh anak-anak. Orangtua akan memberikan contoh untuk semua perilaku dengan sangat hati-hati agar anak-anak mendapatkan contoh yang baik dalam bersikap, bertindak, menghadapi situasi, menemukan solusi dan belajar bertanggungjawab akan tiap keputusan yang diambil. Anak-anak adalah peniru ulung. Meski mereka masih teramat kecil.
Orangtua harus selalu bisa memantik kemampuan pada anak-anaknya dalam hal berperilaku, mengatur emosi, membangkitkan spiritual, menambah pengetahuan, dan mengatur keuangan untuk masa depannya.
Orangtua yang bijak, akan selalu mengajak bicara dan mendengarkan tiap perilaku anak-anaknya terhadap orang lain. Menanamkan empati akan hubungan antara perilaku dan sebab akibat.
Sebagai orangtua, tak selamanya anak-anak akan berada terus menerus dalam pengawasan. Mempercayai anak-anak jika mereka akan sanggup dalam menghadapi kehidupan mereka di lain tempat, dengan memberikan masukan dan menjadi teman yang siap mendengarkan jika diperlukan. Sampai akhirnya anak-anak siap mandiri.
Orangtua harus mengambil peran dalam pendidikan anak. Baik di sekolah dan dimanapun. Memberikan stimulasi yang kaya akan pengalaman pada anak-anaknya seperti mengikuti kegiatan-kegiatan yang menarik minat anak, perjalanan ke berbagai tempat, camping, berkunjung ke pameran, museum, planetarium dan hal apa saja yang memperkaya khasanah pengetahuan anak. Dan orangtua juga turut serta mendampingi bukan hanya sekedar menyuruh atau membiayainya saja.
Orangutua juga harus paham betul, tidak ada anak yang sempurna. Yang benar orangtua harus percaya tiap anak itu istimewa dengan fitrahnya masing-masing. Orangtualah yang harus belajar untuk memahami dan membersamai anak-anak dan bersama menemukan minat dan bakat mereka.
Jika tiba waktunya, anak-anak memutuskan karir hidup mereka, orangtua akan menjadi teman diskusi untuk memberikan saran dan bimbingan yang diperlukan buat anak-anak.
Dan lebih dari itu, oragntua juga harus mampu menjadikan anak-anak mandiri sebagai makhluk individu dan sosial. Mampu membuat mereka berpikir kritis dalam menghadapi zaman mereka di depan.
Yuliana

Komentar
Posting Komentar