Pernahkah merasa amarah anda memuncak? Saat apa? Dan bagaimana anda meluapkan amarah anda?
Marah boleh, tapi ingat jangan merusak. Merusak apa? Merusak barang anda, barang sekitar, bahkan barang orang lain. Apalagi merusak diri sendiri. Rugi lho..!
Marah itu sebenarnya racun yang bisa membuat kita bisa sakit kepala, migren, dan tekanan darah tinggi bahkan kematian. Serem kan?
Marah memicu sikap agresif sehingga kita jadi bernafas dengan cepat, detak jantung lebih cepat, jadi tidak konsentrasi dan lain-lain.
Sebenarnya masalah yang membuat kita marah adalah hal-hal kecil yang dibesar-besaarkan. Jadi coba jangan membesar-besarkan masalah.
Susah?
Saya juga awalnya susah mempraktekkannya. Namun kali ini saya mau berbagi sedikit langkah agar bisa mengendalikan amarah kita menjadi lebih elegan, mau?
Mau dong ya hehe
Tingkatkan spititual
Bergabung dengan komunitas majelis ilmu akan membuat jiwa kita lebih religius dan positif sehingga sifat-sifat jelek berangsur mampu kita kekang.
Forgiveness
Lepaskan semua beban yang kita miliki dengan memaafkan. Meskipun luka tersebut tampak mustahil dihapus dari hati. Melepaskan akan membuat hidup menjadi lebih ringan untuk dihadapi.
Listening
Diam dan lebih banyak mendengarkan jika berhadapan dengan lawan. Dengarkan dan redam nada suara anda sehingga orang lain melihat anda lebih bijak.
Empatik
Merasakan apa yang orang lain rasakan, melihat dari sudut pandang orang lain akan membuat anda mampu membaca situasi dengan lebih solutif.
Tertawa
Cobalah tertawa jika amarah itu datang. Mentertawakan diri sendiri akan membuat amarah mereda dengan sendirinya. Tampak mustahil namun patut dicoba.
Memiliki teman sejati
Coba berbagi dengan sahabat apa yang menjadi amarah kita. Sahabat yang baik akan mendengarkan segala keluhan ksampai amarah kita mereda.
Hargai diri sendiri
Jika amarah itu datang, tetaplah fokus, kendalikan diri dan ubah agresif menjadi asertif. Hormati orang lain dan diri sendiri.
Miliki hewan piaraan
Memelihara hewan akan mampu membuat kita jadi lebih rileks, lebih mampu menghargai sekitar karena hewan juga memiliki perasaan yang lebih peka terhadap kita.
Terus belajar mengendalikan amarah. Karena seperti juga kita, orang lain pun ingin dihargai.
Selamat mencoba.
yuliana

Komentar
Posting Komentar