Shubuh itu saya bangun lebih cepat karena sudah janji pada anak-anak untuk membuatkan sarapan pagi yang dinantikan mereka. Donut adalah menu sarapan pagi yang sudah lama tidak dibuat. Karena untuk membuatnya butuh waktu yang cukup lama. Makanya saya harus bangun lebih pagi agar pas waktunya sarapan, donut sudah siap di goreng.
Berbekal resep donut yang ada di youtube, saya pun mau membikinnya lagi. Kali ini mencoba yang paling simple bahannya. Sebagian bahan memang sudah tersedia di rumah jadi tinggal menambahkan sedikit bahan lainnya saja sebagai pelengkap.
Awalnya saya menyiapkan bahan seperti
250 gram tepung terigu
30 gram maizena
30 gram gula pasir
10 gram susu bubuk
1 sdt ragi
1 butir telur
140 gram air dingin
¼ sdt garam
2 sdm butter/margarine
Cara mambuat
* Ragi dan gula dimasukkan ke dalam air hangat kira-kira 3 sdm untuk mengecek apakah ragi masih bagus
* Setelah ragi mengembang, masukkan ke dalam wadah yang sudah ada tepung, maizena, susu bubuk, telur, garam dan air dingin. Uleni
* Setelah tercampur rata, masukkan butter, uleni sampai kalis
* Setelah kalis, beri sedikit minyak di mangkok tempat adonan donut tadi agar tidak lengket saat mengembang nanti.
* Tunggu sampai 40 menit di suhu ruang (paling bagus jika suhu ruangnya panas)
* Setelah mengembang, pukul adonan untuk mengeluarkan udaranya. Potong-potong dengan pisau, gilas dengan roll.
* Cetak dengan cetakan donut dan kembali dibiarkan untuk mengembang sekitar 1 jam. Setelah mengembang lagi. Waktunya menggoreng
* Gorenglah pada minyak dengan api kecil.
* Setelah kekuningan angkat dan taburi dengan gula halus sebagai topingnya ( boleh menggunakan toping lainnya sesuai selera).
Pagi ini anak-anak senang banget sarapan dengan menu kesukaan mereka. Mereka malah minta dibuatkan lagi dan lagi. Padahal untuk 1 resep tadi menghasilkan 15 biji donut.
Berikutnya saya mau coba resep donut kentang, karena dulu pernah mencobanya namun gagal. Entah kenapa waktu itu gagal. Selain gagal dibentuk juga ada efek yang saya dan anak-anak rasakan setelah memakannya. Yaitu sering ke belakang.
Waktu itu memang tidak tahu trik khusus mengetes raginya masih aktif atau tidak. Juga belum tahu kalo air yang digunakan bisa diganti dengan air dingin, bisa juga dengan susu cair.
Yuliana

Komentar
Posting Komentar