Pernikahan
adalah suatu gerbang penyesuaian dua insan yang berbeda; baik latar belakang
pendidikan, pengasuhan, budaya atau malah agama.
Ikatan
suci ini merupakan awal dari perjalanan manusia sebagai hamba di muka bumi. Dimana
dari penyatuan merekalah akan lahir generasi-generasi masa depan harapan bangsa
dan agama. Menikah bukanlah urusan 2 orang saja namun seluruh keluarga juga
ikut dalam hubungan ini. Maka semestinya lah sebagai pasangan harus selalu
berkomunikasi agar tidak ada hal yang bisa mengoyahkan pernikahan tersebut.
Berikut
ada 5 tanda pernikahan wajib diwaspadai, apabila:
1.
Spiritual
yang goyah
Dalam keluarga dan pernikahan
wajib memiliki dasar spiritual yang kokoh. Dan ini mampu membuat pernikahan
bertahan lebih lama. Kembalikan semua ke ranah agama. Karena menikah bukan
hanya urusan cinta semata. Namun ada ibadah yang wajib kita junjung didalamnya.
Tujuan berkeluarga harus pula dilandasi dengan tujuan akhir
yaitu akhirat. Perceraian sangat dibenci oleh Allah dan anak-anak akan menanggungnya lebih
berat. Pikirkan sebelum melakukan tindakan yang hanya mementingkan diri
sendiri. Pecahkan setiap perbedaan dengan melibatkan urusan anak-anak
didalamnya.
2.
Merahasiakan
keuangan
Uang adalah masalah yang
paling krusial dalam pernikahan. Saling terbuka dalam hal financial akan sangat
membantu dalam kelanggengan rumah tangga. Apalagi jika sama-sama bekerja.
3.
Selingkuh
Kadang kejenuhan dalam
pernikahan itu kerap menghampiri. Namun kita harus selalu menemukan hal yang
bisa mengobarkan lagi bunga cinta yang dulu pernah berkobar. Pegang janji
sewaktu menikah dulu.
4.
Parenting
yang kacau
Di zaman ini orangtua bisa
memperoleh ilmu pengasuhan dari mana saja. Belajar membuka diri jika hal
tersebut baru diketahui. Ajaklah pasangan untuk sama-sama mencari solusi dalam
mengasuh anak . Sepakati tiap aturan bersama. Dan jangan memperlihatkan
ketidakharmonisan kita dalam hal penegakan disiplin dihadapan anak.
5.
Orang
ketiga yang menganggu
Siapapun bisa menjadi orang
ketiga: teman-teman, saudara atau malah
mertua. Jika satu pihak lebih mendengarkan pinyahak lain maka akan terjadi petaka
dalam rumah tangga tersebut. Jika mempunyai masalah. Berkomunikasilah, duduk
bareng menyelesaikan masalah diantara berdua. Jika titik temu tidak bisa
disepakati maka jangan ragu untuk meminta jasa pihak luar secara professional.
Suami istri itu harus selalu
mengedepankan komunikasi. Memang tidak mudah namun dengan terus berlatih maka kita akan terasah untuk bisa mengelola
komunikasi kita dengan baik kepada pasangan. Yakinkan diawal bahwa setiap
masalah pasti ada jalan keluar untuk kebaikan pernikahan kita.
Salam,
Yuliana

Komentar
Posting Komentar