Ngeri kalo ngomongin soal sampah yang kian hari semakin memprihatinkan dan makin banyak saja di sekitar kita. Mesti sudah ada tempat sampah, tempat pembuangan sementara, tempat pembuangan akhir dan tempat daur ulangnya. Tetap aja kok rasanya sedih banget dengan apa yang saya lihat.
Sejak belajar untuk hidup minim sampah, saya berusaha mencari tahu apa yang disebut sampah itu. Rasanya kata sampah itu kurang bijak karena apa yang menjadi sampah adalah hasil sisa konsumsi kita.
Kenapa sisa konsumsi?
Agar kita ikut peduli dan bertanggungjawab atas apa yang selesai dipergunakan. Jadi ubahlah mindset kita jika sesuatu yang tidak digunakan lagi itu sebagai sampah. Kesannya seperti barang/benda itu bukan bagian dari diri kita lagi. Sehingga menganggap biarkan orang lain saja yang mengurusnya.
Sudah banyak website yang membahas mengenai zerowaste atau minim sampah. Memang lebih baik mencegah sampah itu ada. Tentu tidak instan namun harus dimulai dari sekarang.
Nah dari sekian bentuk dan jenis sampah, saya mau mengulas mengenai salah satu katagori sisa konsumsi yang jarang dibahas atau kurang popular dibandingkan sampah organik dan anorganik yaitu sampah residu.
Jenis sampah apa lagi ini?
Jadi sampah residu itu adalah ampas yang tidak bisa diolah, didaur ulang atau dikomposkan. Jadi benar-benar tidak bisa dimanfaatkan lagi. Makanya tempat sampahnya juga punya warna tersendiri seperti sampah lain (berwarna abu-abu).
Terus bagaimana nasibnya? Nanti saya bahas lebih dalam
Dan ternyata setelah saya coba mencari tahu lebih lanjut. Sampah residu ini ternyata dekat banget dengan hidup kita. Iya hidup kamu dan saya.
Coba saya uraikan jenisnya : sampah pembalut, sampah popok bayi, popok dewasa, sisa obat, streoform, plastik bumbu mie instan, sachet saos, tissue bekas pakai, tusuk gigi, dan banyak kemasan makanan lainnya yang berbahan 2 layer .
Tuh kan jenis-jenisnya bersentuhan langsung dengan keseharian kita.
Dan sampah residu ini pula tidak memiliki nilai ekonomis material sehingga tidak bisa dimanfaatkan ulang.
Terus bagaimana penanganannya kalau begitu?
Mencegah sampah itu ada atau masuk ke dalam kehidupan kita itu lebih baik. Seperti : tissue, bisa diganti dengan kain/lap kain. Penggunaan tissue yang berlebihan juga tidak baik buat bumi.
Kamu tahu tidak kalau 1 tarikan tissue yang digunakan sama dengan 4 batang pohon lho?
Untuk pembalut, sekarang sudah ada menstrual pad yang bisa dicuci ulang atau yang tidak mau repot nyuci bisa menggunakan menstrual cup (moon Cup).
Sama seperti pembalut, popok bayi juga bisa beralih ke clodi dan toilet training pant.
Untuk sterofoam bisa diganti dengan membawa wadah sendiri, kotak makan dari karton, biofom, daun pisang, besek dan lain-lain. Namun jika terlanjur masuk ke dalam rumah bisa dijadikan bahan untuk mengisi botol ecobrick.
Sebenarnya jika kita mau berusaha mengenal cara hidup minim sampah, hidup akan lebih asyik. Mencegah tentu lebih baik.
Sampahku tanggungjawabku,
Yuliana

Komentar
Posting Komentar