Unlimited Youtube, Mengalihkan Duniaku



Tadi malam, tanganku selalu menggaruk kepala yang tak gatal, memijat lenganku yang tak pegal, bolak balik penuh kesal, gelisah tak tentu aral, pikiranku menerawang dan tidur dengan gamang.



Reaksi ini ditimbulkan karena sudah 3 bulan ini aku seperti addicted dengan makhluk bernama youtube. Memiliki paket kouta unlimited tiap bulan membuat pikiranku selalu kalut. Memang aku tak menjamahnya di siang hari. Namun aku terbiasa menutup hariku dengan 2-3 jam menatap layarnya hanya untuk melihat apa yang bisa menghibur hati.



Aku merasa layak memiliki reward akan kelelahanku setelah seharian menemani dan melayani. Duduk dan memasang headset terus larut dalam tontonan baik  edukatif atau sekedar menghibur diri.



Bangun tiap pagi selalu dengan mata berat, sholat subuh harus dibangunkan alarm dan melaksanakannya dengan setengah kesadaran. Setelah selesai akupun kembali ke peraduan dan tidur sampai anak-anak membangunkanku  karena  kelaparan.



Meski semua tugas rumah tetap terselesaikan, tugas belajar anak-anak tetap sesuai arahan, tugas belajar di kelas onlineku tetap on track. Namun aku merasa ada yang lost contact.



Aku merasa jiwaku tak berada disini. Aku merasa ingin segera malam hari. Ingin anak-anak tidur segera agar bisa menjadi diri sendiri.



Karena kebiasaan ini pula, aku mulai mengabaikan suami yang minta ditemani berleha-leha. Mengabaikan sarapannya meski tak minta dan malah tak tahu dia sudah berangkat kerja  karena  kantukku masih mendera.



Akhirnya aku pun memikirkan ulang, dampak youtube ini buatku. Aku memang wanita dewasa bukan anak-anak yang harus dibatasi namun paket unlimited ini sudah membuatku lupa diri.



Aku harus segera mengakhiri. Kembali ke diriku sendiri meski aku tetap butuh inet untuk kelas online atau berdikari. Namun ritme tidur yang terganggu membuat staminaku iri.



Aku sudah berjanji dengan anak sulungku, bahwa tidak akan menggunakan paket tersebut di malam hari. Jika pun mau menonton sebuah tayangan harus bersama anak-anak di siang hari.




Yuliana

*Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community
#Day23


Komentar