Ada
yang aneh siang itu… dadaku berpadu tak karuan. Tumbuhku lemas tak terkendali.
Kucoba rebahkan tubuhku di peraduan berharap ini hanya sekian gejala yang biasa
kualami setelah mengkonsumsi madu yang terlalu banyak.
Di
perutku mulai terasa ada yang aneh, dadaku terasa lebih nyesak dari sebelumnya.
Aku pernah mengalami ini beberapa pekan yang lalu. Ternyata mamaku yang sedang
kangen ingin bicara.
Entah
benar apa tidak ada teman yang mengatakn gejala yang kurasakan yang tampak begitu
aneh itu adalah karena kerabat dekat yada yang kangen.
Tapi
apa yang kurasakan siang ini setelah pasca makan siang begitu membuat tubuh dan
kesadaranku tak karuan. Hanya sempat mengucapkan keluhanku pada si sulung.
Namun dia tak banyak menggubris keluhanku.
Ternyata
setelah mengeluh itu aku merasa tak sadar diri. Hilang begitu saja. Dikira
ketiga anak-anakku mamanya mungkin sedang tertidur meski posisi tidurnya nga beraturan.
Beberapa
saat kemduain entah sudah berapa lama aku pingsan, aku terbangun dan belum juga
tubuh ini beranjak dari kasur, telpon ku berbunyi ternyata dari salah satu
adikku. Setelah diangkat ternyata yang berbicara bukan adikku yang ke 2 namun
yang ke 3.
Dalam
benakku aku mulai bertanya ada apa? Mereka menelpon karena biasanya hanya
chat-chat/videocall saja.
Ternyata
kabar yang tidak kami harapkan namun memang sudah menduga. Nenek ku sudah tiada.
Kaget namun akhirnya aku tahu bahwa apa yang tadi dirasakan tadi adalah
firasatku akan menerima berita ini.
Entah
bisa dipercaya atau tidak. Namun ini kerap aku rasakan jika menyangkut sesuatu
yang buruk akan terjadi.
Tak
bisa berkata banyak. Hanya doa yang bisa aku lantun dan hadiahkan. Jarak dan
waktu tak memungkinkan aku untuk datang ke kota kelahiranku.
Aku
tidak bisa meninggalkan keluarga hanya untuk bisa berhadir dan melihat nenekku
untuk tearkhir kalinya.
Namun
aku ikhlas jika cara inilah yang terbaik buat kami.
Cerita
mengenai nenekku baru kemaren aku tuangkan disalah satu tulisanku diblogku.
Kini sudah tidak bersama kami lagi. Baru 3 hari yang lalu beliau kembali sehat
dan bisa videcallan dengan cicit-cicitnya.
Setelah
78 tahun tugasnya kini telah usai. Misi dalam hidupnya sudah terpenuhi.
Kini
tak ada lagi nenek atau datuk yang rutin menelpon kami disini. Tak adalalgi
cerita zaman belanda , zaman jepang, cerita PKI dan zaman behela lainnya.
Tak
ada lagi yang mencari Alta, cicit favaritnya.
Tak
ada tetua lagi di kelurga besar kami.
Ya
Rabb, lapangkan kuburnya.
Jadikan
beliau khusnul khotimah.
Kami
sayang nenek/datuk
Yuliana
*Tulisan
ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community
#Day
16

Komentar
Posting Komentar