Perlukah Mengizinkan Anak Dibawah Umur Mengendarai Motor?


Perlukah mengizinkan anak dibawah umur mengendarai motor?
Pernah baca berita geng motor beranggotakan anak dibawah umur?


Atau berita mengenai kecelakaan motor korbannya masih terbilang anak-anak?


Sekarang baik di kota kecil, di pinggiran kota, dan kota besar,  beberapa orangtua sudah membolehkan anak-anaknya untuk bawa motor sendiri tanpa didampingi.  Memang untuk bisa mengendarai sebuah motor tidak butuh waktu lama apalagi kalo si anak sudah nekat dan punya kemauan besar. Paling lama antara  3-7 hari udah bisa bawa motor. Apalagi matiq, yang nga perlu kaki untuk mengerem dan pindah gigi.
Mengendarai motor  bukan hanya butuh skill, keberanian namun juga emosi yang matang.


Kenapa?


Karena ini mengangkut nyawa diri dan orang lain. Jalanan itu nga bisa diprediksi. Semua bisa saja terjadi. Kelengahan persekian detik saja bisa-bisa nyawa melayang.


Namun sepertinya sekarang semua itu dianggap remeh. Anak-anak ini dengan ijin orangtuanya yang mungkin juga sebagian terpaksa anak-anaknya bawa motor dikarenakan kesibukan tidak bisa antar jemput sekolah, atau mobilitas anak yang memang nga bisa dibendung lagi. Sehingga mengizinkan.


Banyak kasus kecelakaan yang diberitakan baik  di televis atau di media lainnya yang korbannya adalah anak-anak dibawah umur.
Kadang tidak hanya sendiri namun bareng teman-temannya, entah karena batas safety  boncengan, melanggar lalu lintas, nyelip seenaknya, membelok tanpa memberi aba-aba, dan sebagainya.
Jika sekedar bisa bawa motor terus dibolehkan mengendarai motor. Maka begitu gampangnya sebuah aturan dilanggar dengan alasan yang sebenarnya bisa diminimalisir. Anak-anak itu sebelum mengendarai motor harus dikenalkan dulu  mengenai aturan berlalu lintas, aturan safety di jalan raya, juga resiko yang akan mereka alami jika mereka melanggarnya. Baik nyawanya sendiri maupun nyawa orang lain.


Memang nyawa itu urusan takdir. Namun alangkah bijaknya kita selaku orang tua melihat hal ini sebagai cara kita mengedukasi anak-anak kita.


Terlebih anak-anak ini masih memiliki ego yang belum stabil.  Konvoi di jalan, tanpa helm, bonceng 2-3 teman dan ini bahaya. Bahaya buat mereka sendiri juga kita orangtuanya. Tak mau kan hal buruk menimpa mereka?


Kita juga bisa lihat, ada beberapa gang motor yang beranggotakan anak dibawah umur. Dan mereka berbuat seenaknya dijalanan. Kebut-kebutan, trek-trekkan, mengganggu pengguna jalan lainnya, atau malah melakukan hal yang melanggar hukum..


Anak-anak ini diusia masih belia memang sedang mencari jati diri dan pengakuan dari sekitar. Mereka ingin diperhatikan namun cara yang mereka lakukan kadang salah mengekspresikannya. Tugas kitalah bersama  mengedukasi mereka untuk mengisi waktu mereka dengan sebaik-baiknya.


Saya sendiri termasuk tidak mendukung anak dibawah umur diajarkan mengendarai motor apalagi membawa motor sendiri. Bahaya mengancam mereka. Jika kita terlalu dini memberi keleluasaan berkendara pada mereka padahal emosi mereka belum matang. Yang ada kita malah dini juga kehilangan masa depan anak-anak kita. Innalillahi wa innailaihirajiun.


Yuliana


*Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community
#Day9

Komentar