Kenakalan Anak Zaman Old


Siapa yang pernah melakukan kenakalan saat masih remaja? Buat anak-anak  zaman old, katagori kenakalan remaja apa dimasa kamu?


Kalo kenakalan remaja saat ini sudah sangat berkembang pesat. Banyaknya informasi dan akses membuat anak-anak  dengan mudah dipengaruhi dan mempengaruhi satu dengan lainnya. Dan mereka melakukannya atas nama ‘gaul’.
Ngeri juga ya mak, kalo dipikirin. Berharap anak-anak kita kelak tidak termasuk yang ikut dalam kenakakan remaja tersebut. Amin .


Tapi buat anak zaman old, apa aja ya yang disebut kenakalan remaja?
Atau emak- emak diluar sana , belum pernah  ‘nakal’ ya?


Saya mau cerita kenakalan apa yang pernah saya kerjakan saat remaja dulu. Saya termasuk generasi old yang mak.


Saya hidup bersama keluarga besar. Dimana saat itu saya masih punya kakek dan nenek yang kerap memberangus kebebasan dengan berbagai aturan kolotnya.

Masa remaja  saya, menjadi anak pingitan. Sehabis sekolah tidak  boleh keluyuran. Kalo pun ada tugas atau kerja kelompok. Lebih disarankan ajak ke rumah saja. Tak ada jam malam sampai saya SMK. Pokoknya kalo sudah pulang sekolah ya di rumah.

Hanya sekedar nongkrong ngobrol di teras tetangga saja tidak diperbolehkan. Pamali kata kakek saya. Anak gadis ke rumah orang.

Nakal versi kakek saya saat itu, ya seperti keluar rumah di malam hari, pacaran, berduaan, Menari-nari, nyanyi nyaring, mendengarkan musik keras-keras dan hal yang saya anggap lumrah namun bertentangan dengan beliau.

Karena ketidaktahuan itulah membuat saya menganggap kakek saya kolot banget. Apa-apa tidak boleh boleh.
Dan setelah mulai bekerja. Saya merasa sedikit merdeka  kemudian mulai melakukan hal-hal yang dianggap beliau nakal saat saya remaja. Mungkin di zaman now ini sangat lumrah dilakukan seperti menyemir rambut. Di zaman old wanita yang menyemir rambutnya sudah dikonotasikan nakal. Padahal sekarang dimana-mana orang melakukannya tanpa ada embel-embel nakal.
Saya memberanikan diri menyemir rambut berwarna pirang. Rasa penasaran melihat wajah saya seperti apa jika rambut dicat pirang akhirnya terlaksana.
Meski hanya bertahan 1 hari. Setelah kakek saya melihatnya. Esoknya harus sudah diganti menjadi hitam kembali. Namun saya lega akhirnya rasa penasaran tersebut terjawab.

Hal nakal kedua yang dulu dikerjakan adalah menindik telinga sampai 10 lubang. Pengen coba-coba itu yang membuat saya melakukannya. Dan ini tak begitu terlihat oleh kakek saya. Karena memiliki rambut yang panjang sehingga menutupi telinga  jika berhadapan dengan beliau. Namun ini juga tak berlangsung lama. Akhirnya saya dengan sendirinya membiarkannya kembali seperti semula. Malah sekarang saya tidak pernah pakai anting lagi.


Kegilaan lainnya saat remaja. Tak banyak karena termasuk anak yang penurut, pemalu dan tak banyak bergaul.

Namun kenakalan versi zaman old saya tersebut membuat saya mempunyai modal bagaimana nantinya menghadapi masa-masa kritis diusia tersebut untuk anak-anak saya.

Dulu saya melakukan itu karena ingin dianggap ada. Ingin diperhatikan karena merasa kesepian. Kedua orang tua bekerja. Hanya tinggal dengan kakek dan nenek saja.
Namun akhirnya saya pahami. Apa yang diajarkan dan dilarang kakek saya itu semuanya demi kebaikan semata. Aturan yang ketat itu adalah cara beliau menjaga cucu-cucu perempuannya. Cara didiknya adalah cara mendidik seorang perempuan sebagai mahkluk berharga. Sebagai permata bukan batu di jalan.
Dan masa remajaku benar-benar penuh makna karena aku punya kakek yang juga sebagai ayah tempat aku berkeluh kesah dan cerita.
I love you kakek.
Yuliana


*Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP Bersama Estrilook Community
#Day27

Komentar