Sejak berkomitmen untuk mengurangi sampah yang otomatis mengurangi konsumsi alias beli-beli, jadinya sampah plastikpun mulai berkurang banyak.
Akhirnya upaya saya membuat ecobrick yang isinya adalah sampah plastik jadi mulai berkurang dan lama untuk bisa penuh. Sedangkan untuk membuat ecobrick yang dibutuhkan adalah botol air kemasan. Kami jarang menggunakan lagi terlebih setelah belajar hidup minim sampah. Di rumah kami lebih suka memasak air sendiri. Rasanya lebih mudah dan murah tentunya.
Berawal dari kelangkaan mengkonsumsi botol air mineral inilah yang membuat saya akhirnya harus mulai hunting. Bersama anak-anak mulai berjelajah dan sering jalan kaki disekitaran komplek. Dengan membawa kantong belanja yang biasa digunakan belanja. Kami beraksi.
Kesadaran tetangga dan lingkungan masih minim untuk memilah sampahnya. Sehingga meski sudah di tempat sampah depan rumah masih saja sampah-sampah itu ditumpuk tak beraturan. Atau malah dibuang begitu saja di lahan kosong.
Untuk botol 600 ml dengan mudah saya mendapatkannya di sebuah lahan kosong diseputaran tempat tinggal. Untuk botol 300ml saya memperolehnya dari tempat sampah tetangga samping rumah (mess) karena mereka tiap akhir pekan selalu mengadakan acara ngumpul-ngumpul. Dan untuk botol 1500ml saya memerolehnya tiap hari dibuang di samping sebuah toko ponsel.
Malu?
Nga lah. Saya memungut itu tidak menganggap diri pemulung. Tapi saya berusaha membuat sedikit aksi kecil untuk bisa ikut serta dalam menyelamatkan bumi dari sampah yang susah terurai tersebut. Anak-anak saya juga terbiasa jika melhat ada botol bekas dijalan/di tempat sampah orang maka langsung dia ambil.
Semua botol-botol tersebut sangat bermanfaat buat saya. Seperti botol 600ml untuk ecobrick
300ml sebagai tempat eco enzyme yang sudah disaring. Dan botol 1500ml untuk menyimpan jelantah dan fermentasi eco enzyme.
Buat orang lain botol-botol itu boleh jadi sebagai sampah namun, buat saya botol-botol sisa konsumsi mereka sangat berharga. Daripada saya beli baru dan memperbanyak sampah lainnya. Mending mencari botol bekas yang masih bisa digunakan lagi dan tentu saja lebih bermanfaat baik buat saya pribadi juga buat lingkungan sekitar.
Sekarang Maha harta karunmu? Eh Botol bekasmu?
Yuliana
*Tulisan ini diikutsertakan ODOP bersama Estrilook Community
#Day13

Komentar
Posting Komentar