Anak-anak mudah sekali untuk menyerap suatu pemahaman secara postitif melalui cerita atau kisah yang mereka dengar atau baca.
Anak-anak sejak dini sudah bisa diperkenalkan dengan bacaan. Cari yang sesuai usia mereka. Bahkan sejak di dalam kandungan bayi sudah bisa dibacakan cerita. Membaca cerita juga baik untuk kita. Baik sebagai referensi, menambah bahan cerita, dan mengulang apa yang pernah diketahui sebelumnya.
Dan bercerita atau membacakan buku bermanfaat untuk anak karena disaat membacakan buku, ada interaksi yang dilakukan. Seperti tanya jawab, menambah kosa kata baru, mengenal bunyi sebuah kata, melatih pemahaman yang diterima.
Berkomunikasi dalam bercerita sangatlah disukai anak-anak. Anak-anak akan lebih terbuka saat sesi bercerita.
Buatlah rutin. Tentukan jamnya dan jadikan ritual yang selalu ditunggu-tungngu anak. Usahakan jangan terganggu denga berbagai kegiatan lainnya, seperti bunyi hape, suara televise atau suara lainnya. Karena dengan bercerita membaut lebih dekat dan akrab.
Waktu yang terbaik memang saat menjelang tidur malam. Karena saat ini tubuh dan pikiran anak sudah dalam keadaan tenang. Sehingga apa yang diceritakan akan mudah menempel dan diingat oleh mereka.
Bercerita tak perlu lama. Sesuaikan dengan kebutuhan dan usia.
Buku-buku yang beredar sudah banyak jenisnya . Ada yang sesuai usia, buku muslim, komik , dan cerita bergambar.
Untuk usia 3-4 tahun biarkan anak memilih buku/cerita apa yang ingin dibacakan/diceritakan. Jika pun cerita/buku itu-itu saja yang disukai. Biarkan. Jangan pernah bosan. Meski kita sudah menceritakannya puluhan kali sampai hapal isinya. Biarlah.
Jika anak belum siap/tidak mau berpindah ke cerita/buku yang lain. Hargai. Pancing apa yang membuat anak menyukai atau tertarik dengan cerita tersebut. Dari sana kita bisa menggali kemampuan kita dalam bercerita dengan tema yang sama.
Selamat berkomunikasi.
Yuliana
*Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community
#Day25

Komentar
Posting Komentar